Diary Untuk Anakku

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuu.
Selamat malam, Anakku yang saat ini belum lahir. Dan entah kapan akan lahir. Semoga disegera-kan, ya... amiin. Kamu belum lahir, Nak.

Kenalin, Nak, aku Abahmu. Abah itu adalah sebutan untuk seorang Ayah dalam budaya suku sunda. Sedangkan sebutan untuk Ibu, adalah Ambu.
Kenapa aku mengenalkan diri sebagai Abah, bukan Ayah, Abi, Bapak atau Papah?, karena Babah asli orang sunda, Nak. Jadi, aku ingin kamu memanggilku Abah atau Babah aja.. bukan yang lain.

Dan kalo kebetulan nanti Ibumu juga satu suku dgn Babah, kamu harus memanggilnya Ambu, ya. Itu juga panggilan untuk Ibu dalam budaya kita.
Kalo beda suku dgn Babah, ya, berarti kamu harus memanggil dia sesuai dgn budayanya, ya.

Nak, saat ini usia Babah sudah otw ke 25. Eh. Udah ke 26 tahun kali.
Itu usia yang udah cukup tua untuk seorang bujang, Nak.
Mudah-mudahan, nanti, di usia segitu, kamu sudah mapan dan punya Anak, ya. Amiin.

Berdasarkan data dari KTP, Babah lahir di Cianjur, tanggal 18 Agustus tahun 1993.
Kata Akik dan Ninikmu (sebutan Kakek & Nenek dalam bahasa sunda), Babah lahir di hari Jumat; siang hari pas Akikmu pulang shalat Jumat, waktu itu.
Tinggi badan Babah, kurang lebih 161'cm. Kurang empat senti kalo Babah ingin jadi Militer.

Oiya. Sekarang ini malam minggu, Nak. Tepatnya tanggal 29 Desember 2018.
Sekarang ini udah di akhir tahun, Nak. Tiga hari lagi tahun baru. Tiga hari lagi, Bumi akan ganti tahun jadi 2019.

FYI, sekarang ini Babah masih Jomblo, Nak. FYI lagi, Jomblo itu sebutan untuk seseorang yg belum punya pasangan. Alias tuna asmara, Nak.
Saat ini Babah masih sendiri. Saat ini Ibumu belum ada. Sama dengan kamu. Hihihih.
Karena itu, tolong doain, semoga di tahun 2019 nanti, Babah bertemu dgn Ibumu, ya.
Dan ada modal buat nikahnya. Amiin. Biar kamu cepat terproses, Nak. Hehehe.

Mungkin kamu bakal geleng-geleng kalau seandainya kamu bisa baca tulisan ini sekarang. Nanti pun, Babah rasa kamu pasti akan geleng-geleng begitu membaca tulisan ini.
Betapa tidak, toh, belum Nikah bahkan punya pacar aja belum, tapi udah bikin "Diary Untuk Anakku". Kan, absurd, ya? Ya, begitulah aku, Babahmu, Nak. Doakan aja lah, semoga Babah panjang umur dan menikah. Amiin.

Babah tau masa depan adalah misteri illahi.
Babah nulis ini hanya sekedar ingin menunjukan (entah kepada siapa) bahwa Babah normal dan punya keinginan untuk menikah, dan punya anak. Itu aja.

Ya, kalau misalnya ada umur, kemudian aku menikah dan punya Anak. Amiin. Tulisan ini akan kamu baca nanti setelah kamu bisa dan tau aturan cara membaca. Itu pun kalau (mudah-mudahan) kamu ada umur dan menemukan tulisan ini. Amiin.
Kalau (amit-amit) aku meninggal sebelum menikah atau sebelum punya anak. Ya, berarti tulisan ini hanya sekedar sebagai penanda bahwa aku normal dan punya keinginan berkeluarga. Itu saja.

Oiya.. Nak. Tahun 2019 nanti, di bulan April, Indonesia (negara Babah yang pasti jadi Negaramu juga. Kalo kamu lahir di sini) akan menggelar Pilpres. Pilpres itu singkatan dari "Pilih Presiden" atau Pemilihan Presiden.

Nama Presiden sendiri, itu adalah gelar pemimpin nomor satu dalam sebuah kenegaraan.
Ah.. soal ini, nanti kamu akan ngerti sendiri, Nak. Babah capek kalo harus menjelaskan semuanya sekarang.

Pilih Presiden ini satu paket dgn wakilnya, Nak. Dan untuk calonnya sendiri, sekarang ini cuma ada dua calon/kandidat.
Sama dgn Pilpres di tahun 2014 lalu. Dan kandidatnya pun sama. Yakni, Pak Jokowi Dodo yg di 2014 lalu berpasangan dgn Pak Jusuf Kala dan terpilih jadi Pemenangnya. Satu lagi Pak Prabowo yg di 2014 lalu berpasangan dgn Pak Hata Rajasa.

Pilpres kali ini, yg akan di gelar di bulan April nanti, Pak Jokowi yg saat ini sebagai Presiden, akan berpasangan dgn Kiyai H. Ma'ruf Amin.
Sedangkan Pak Prabowo, akan berpasangan dgn Pak Sandiaga Salahudin Uno. Cuma calon wakilnya aja yg berganti, Nak. Kamu nanti pasti tau siapa mereka.

Oiya, Nak. Pilpres ini terjadi atau dilakukannya lima tahun sekali. Nanti kamu akan ngalamin juga. (Sekali lagi, kalo aku ada umur, menikah dan punya anak--juga kalo kamu/anakku panjang umurnya. Amiin).

Btw, sekarang malamnya udah larut, Nak. Cukup segini dulu, ya, diary-nya. Babah udah ngantuk.
Mudah-mudahan, Babah masih akan menulis diary seperti ini lagi.

Selamat malam. Selamat tidur. Dan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuu. Mmmmuach.

(29 Desember, 2018)

Komentar

  1. Pilpres berikutnya, si anak minta hak pilih.

    BalasHapus
  2. mantap mang....pesan mamang mah jangan ajari anaknya golput yah....hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mang. Cukup saya aja yg suka Golput. Hihihihi

      Hapus
  3. satu lagi saran ini mah...akun disqusnya tempelin URL blog supaya mudah bewe baliknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ogitu.. Oke, Mang.

      Terimakasih, udah mau ke sini.. heuheuheu.

      Hapus

Posting Komentar

Terimakasih,,, sudah membaca

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Asal Mula Bahasa Jawa Serang Banten

Masakan Padang

Tentang Dia. Si Ferguso bersifat Firaun