I am so Lonely. Harap Maklum

Aku mungkin orang yang paling suka berkomunikasi, apalagi kalo isi percakapannya rada-rada komedi. Itu biasanya gak sedikit. Percakapannya bisa sampai Rumah Sakit Jiwa. Panjaaang. Jauh.

Jadi jangan heran kalo aku suka berbasa-basi, bahkan ke orang asing sekalipun.

Asal kau tahu aja, ya. *aku mau jadi tempenya. Hiyahiyahiya* setiap hari aku kirim DM basa-basi ke banyak akun IG-nya orang orang terkenal: ke si Leo Messi, ke Ridwan Kamil, ke Jokowi. Nah, ke Jokowi-mah paling sering kayaknya. Terus ke Presiden Rusia, pak Vladimir Putin. Terus ke Joe Biden, Presiden USA sekarang. Ke mantan Presiden yang sebelum-sebelumnya juga pernah, ke Obama, ke Donald Trump. Ke Donald Trump aku lebih cenderung mengkritik sih. Bukan sekedar basa-basi doang. Terus ke Presiden Erdogan pun aku prnah basa-basi, nawarin ngopi. Ngajak ngopi ke dianya.
Pernah juga aku nawarin ginjal ke si Lisa Black Pink. Soalnya ku lihat, dia kaya yang gak punya ginjal gitu kalo lagi joged-joged. Lincah banget dia. *Astagfirullah! Aurat ituuuu, ih. Hampura, Gusti* Tapi dia jawab; "Gak ah, Sis. Aku butuhnya skin care" Lisa nyangkanya aku ini cewe, loh. Ih parah diamah. Karena dia ngira aku cewe, aku agak sewot dong; "Hey! Aku cowo loh, ya. Dan aku cuma jual ginjal. Salah orang kamu-mah"

Tau gak, untuk apa aku berprilaku begitu? Itu semua aku lakukan untuk menunjukan bahwa aku kesepian. Tapi mereka gak ngerti. Mereka gak meresponku, kecuali si Lisa. Tapi sayangnya itu pun si Lisa yang fake account-nya. Bukan yang real account.

Sempat kepikiran, apa sebaiknya aku pensiun aja. Maksudku, pensiun dari dunia basa-basi itu, terus alih profesi jadi tukang cukur aja---biar serius. Tapi nanti gak laku, kayaknya. Gak ada yang mau pangkas rambut di saya, gak ada yang percaya saya. Pesimis, aku.

Soalnya dulu aku pernah: saking pengennya nyukur rambut, aku sampai melakukan meng-iming-imingi seseorang pake duit lima rebu supaya dia mau rambutnya aku pangkas. Tapi gak mau itu orang. "Gak tau diri lu, huh!" Ku bilang gitu ke dia.

Terus aku bilang gini, rayu dia kaya gini, "Dieu ku mamang urang cukur sina gaya. Urang ciga model rambut si Alldebaranken. Uh, kasep pasti da" Gak juga dia mau.
*Itu bahasa Sunda. Kalo diartikan ke bahasa Rusia, entah gimana tuh? Pasti rumit sih, kayaknya. Kalo ke bahasa Indo, artinya gini, "Sini, Mamang cukur rambutnya, biar gaya. Nanti mamang bikin kaya model rambut si Alldebaran. Uh, pasti ganteng deh"*

Orang yang ku maksud itu ponakanku yang umur tiga tahun seperempat.
Eh!, tiga seperempat, apa tiga tahun setengah, ya? Ah, antara kisaran segitu-lah umurnya.

Akhirnya aku gak jadi alih profesi, aku nganggur sekarang. Tapi sesekali masih suka basa-basi juga sampai sekarang. Uh, makin kesepian aku. Apalagi kalo lagi gak ada siaran langsung sepakbola. Uh, serasa dalam sumur hidupku.

Kalian gak akan sanggup-lah, jadi aku pokonya. Berat hidup aku-mah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Asal Mula Bahasa Jawa Serang Banten

Masakan Padang

Tentang Dia. Si Ferguso bersifat Firaun