Tentang Dia. Si Ferguso bersifat Firaun
Paduka, saya habis pikir. Kok ada, ya, orang yang kayaknya sayang banget mengeluarkan duit. Meskipun itu buat kepentingan sendiri. Meskipun buat kebutuhannya sendiri. Aneh lho.
Contoh kasus, misalnya si orang itu perlu barang/alat untuk dipakai dalam jangka waktu yang lama, tapi dia nggak punya.
Kalo dia nggak kikir seperti Firaun, pasti yang dia lakukan adalah membelinya dong. Atau meminjam juga. Tapi sementara, sebelum dia punya.
Nah, si Cotton Buds ini, dia lebih milih minjam karena karena gak mau beli. Bukan nggak sanggup beli, lho ya.. tapi nggak mau.
Di sekitar kalian, ada nggak sih orang yang kaya gitu?
Atau, barangkali anda sendiri seperti itu? Kalau iya.. sadar, bangke Firaun. Anda itu merugikan orang. Bermodal dong..!
Saya, curiga, kayaknya orang begitu itu nggak pernah sedekah seumur hidupnya. Kecuali sedekah tenaga, mungkin. Mungkin itu juga.
Kalo dalam bentuk materi, kayaknya nggak pernah deh. Lah, gimana mau sedekah, sama diri sendiri aja pelit, dia.
Teman kawannya kawan teman saya yang ternyata teman baru saya (sebut saja Ferguso, biar gak terkesan kasar), si orang ini kalau perlu apa-apa selalu minjam bahkan meminta. Tanpa rasa malu sedikitpun. Gokil ini orang.
Dan kenapa selalu kepada saya minjamnya. Ah!
Ternyata setelah ditelusuri secara mendalam.
Saya mendapatkan informasi dari kawan-kawan saya yang ternyata adalah korban2 terdahulunya. Hahahah.. kirain saya doang.
Kata mereka, setelah mendengar keluhan saya tentang dia, "Dia mah gitu orangnya, Gel. Makanya gue udah nggak pernah lagi ngasih pinjam ke dia" katanya. "Udah.. jangan dikasih lagi, gel" tambahnya.
Dalam batin, "Oh.. pantesan minjemnya ke saya terus. Ternyata nggak ada orang lain yang ngasih". "Okelah kalo gitu. Nggak bakal gue pinjemin lagi" kata saya.
Kalo minjamnya hanya untuk sekali pakai aja--udah itu langsung dipulangin lagi ke pemiliknya, nggak papa.
Lah, ini, kalo minjam, kayak lupa.
Mungkin emang lupa dia. Tapi kayaknya pura-pura lupa deh. Soalnya sering.. bukan sekali dua kali.
Orang-orang biasanya kalo minjam itu cuma sementara sebelum dia punya. Saya sendiri juga gitu.
Si Camvret ini beda (Eh. Sorry kasar). Dia minjam karena gak mau beli. Kecot, kan?
Yang bikin keselnya lagi; dia pernah minjam barang, terus dia pulangin dalam keadaan sudah rusak. Serius lhoo. Rusak parah.. nggak bisa dipakai lagi.
Ketika mulangin, dia bilang "nanti gue ganti ya". Tapi, kata nantinya itu entah kapan. Sampai sekarang pun belum digantinya.
Terus, dia pernah (bukan pernah lagi, tapi sering) juga minta Lem cair, minta plakban & minta Tali. Dan itu pemakaiannya gak sedikit. Bahkan sampai habis.
Ketika minta, sih, ngomongnya "bagi dikit ya..", tapi habis. Hampir selalu begitu dia kalo pake barang.
Mungkin, bagi dia sedikit itu adalah sebanyak yg orang-orang normal bilang kali ya.
Bagi kita selautan, misalnya. Nah, bagi dia seEmpang. Selautan itu seempang bagi dia tuh. Kayak gitu mungkin.
Sesudah habis, dia bilang "Habis, Gel.. nanti gue ganti ya." Dan, sampai sekarang pun, kata nantinya itu belum juga datang. Dan itu nggak akan datang. Saya yakin itu.
Tapi nggak papa. Saya nggak berharap ada pengembalian dari dia.
Ikhlas sih, kagak. Hahaha..
Tapi, karena udah tau dia begitu, saya nggak akan meminjamkan atau memberinya lagi. Walau seUpil. Jangan harap, Njeng. Rugiiiiii..!
**
Semoga, orang-orang begitu cepat disadarkan ya.
Atau, semoga saya, kalian juga, berarti kita, dijauhkan dari orang-orang seperti itu. Aamiin.
Kalian tandai tuh orang-orang begitu. Jangan dikasih oksigen. Karena bisa-bisa dia minta jantung anda nanti. Atau minjam ginjal anda. Jangan.
Contoh kasus, misalnya si orang itu perlu barang/alat untuk dipakai dalam jangka waktu yang lama, tapi dia nggak punya.
Kalo dia nggak kikir seperti Firaun, pasti yang dia lakukan adalah membelinya dong. Atau meminjam juga. Tapi sementara, sebelum dia punya.
Nah, si Cotton Buds ini, dia lebih milih minjam karena karena gak mau beli. Bukan nggak sanggup beli, lho ya.. tapi nggak mau.
Di sekitar kalian, ada nggak sih orang yang kaya gitu?
Atau, barangkali anda sendiri seperti itu? Kalau iya.. sadar, bangke Firaun. Anda itu merugikan orang. Bermodal dong..!
Saya, curiga, kayaknya orang begitu itu nggak pernah sedekah seumur hidupnya. Kecuali sedekah tenaga, mungkin. Mungkin itu juga.
Kalo dalam bentuk materi, kayaknya nggak pernah deh. Lah, gimana mau sedekah, sama diri sendiri aja pelit, dia.
Teman kawannya kawan teman saya yang ternyata teman baru saya (sebut saja Ferguso, biar gak terkesan kasar), si orang ini kalau perlu apa-apa selalu minjam bahkan meminta. Tanpa rasa malu sedikitpun. Gokil ini orang.
Dan kenapa selalu kepada saya minjamnya. Ah!
Ternyata setelah ditelusuri secara mendalam.
Saya mendapatkan informasi dari kawan-kawan saya yang ternyata adalah korban2 terdahulunya. Hahahah.. kirain saya doang.
Kata mereka, setelah mendengar keluhan saya tentang dia, "Dia mah gitu orangnya, Gel. Makanya gue udah nggak pernah lagi ngasih pinjam ke dia" katanya. "Udah.. jangan dikasih lagi, gel" tambahnya.
Dalam batin, "Oh.. pantesan minjemnya ke saya terus. Ternyata nggak ada orang lain yang ngasih". "Okelah kalo gitu. Nggak bakal gue pinjemin lagi" kata saya.
Kalo minjamnya hanya untuk sekali pakai aja--udah itu langsung dipulangin lagi ke pemiliknya, nggak papa.
Lah, ini, kalo minjam, kayak lupa.
Mungkin emang lupa dia. Tapi kayaknya pura-pura lupa deh. Soalnya sering.. bukan sekali dua kali.
Orang-orang biasanya kalo minjam itu cuma sementara sebelum dia punya. Saya sendiri juga gitu.
Si Camvret ini beda (Eh. Sorry kasar). Dia minjam karena gak mau beli. Kecot, kan?
Yang bikin keselnya lagi; dia pernah minjam barang, terus dia pulangin dalam keadaan sudah rusak. Serius lhoo. Rusak parah.. nggak bisa dipakai lagi.
Ketika mulangin, dia bilang "nanti gue ganti ya". Tapi, kata nantinya itu entah kapan. Sampai sekarang pun belum digantinya.
Terus, dia pernah (bukan pernah lagi, tapi sering) juga minta Lem cair, minta plakban & minta Tali. Dan itu pemakaiannya gak sedikit. Bahkan sampai habis.
Ketika minta, sih, ngomongnya "bagi dikit ya..", tapi habis. Hampir selalu begitu dia kalo pake barang.
Mungkin, bagi dia sedikit itu adalah sebanyak yg orang-orang normal bilang kali ya.
Bagi kita selautan, misalnya. Nah, bagi dia seEmpang. Selautan itu seempang bagi dia tuh. Kayak gitu mungkin.
Sesudah habis, dia bilang "Habis, Gel.. nanti gue ganti ya." Dan, sampai sekarang pun, kata nantinya itu belum juga datang. Dan itu nggak akan datang. Saya yakin itu.
Tapi nggak papa. Saya nggak berharap ada pengembalian dari dia.
Ikhlas sih, kagak. Hahaha..
Tapi, karena udah tau dia begitu, saya nggak akan meminjamkan atau memberinya lagi. Walau seUpil. Jangan harap, Njeng. Rugiiiiii..!
**
Semoga, orang-orang begitu cepat disadarkan ya.
Atau, semoga saya, kalian juga, berarti kita, dijauhkan dari orang-orang seperti itu. Aamiin.
Kalian tandai tuh orang-orang begitu. Jangan dikasih oksigen. Karena bisa-bisa dia minta jantung anda nanti. Atau minjam ginjal anda. Jangan.
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih,,, sudah membaca