Sejarah Asal Mula Bahasa Jawa Serang Banten
Gw kepo dan agak bingung,, kenapa kok bisa warga Serang Banten berbahasa Jawa? sedangkan warga Pandeglang, Cikande dan daerah lain yang masih satu kabupaten dengan Serang masih berbahasa Sunda. Sebagian berbahasa Betawi. Aneh!!
Lantaran Gw Kepo, akhirnya Gw sedikit berusaha untuk tau dengan cara bertanya langsung kepada Pribumi ihwal sejarah tersebut.
Alih-alih Gw tau jelas tentang semuanya setelah bertanya, eh ternyata tidak.
Soalnya dari sekian banyaknya Pribumi Serang-Banten yang Gw tanya Mulai dari Alay, Cabe-an, Terong-an, Jablay, Pelajar, Aparat, Pejabat, Guru, Petani, Pedagang, Tukang Ojek, Tukang Jamu, Joki Becak, Marbot, Ustad, Kiai, Pengangguran, Orang Gila, Pejudi, Atlet, Artis, Aktris, Balita, Belia, Remaja, Dewasa, Lansia sampai dengan Hewan & Tumbuh-han gw tanya. Tak ada satupun yang tau asal muasal Bahasa Jawa yg Mereka gunakan sehari-hari. KECOT!!!
Karena rasa kepo Gw yg begitu besar, akhirnya terpaksa Gw menggunakan jasa Digital untuk mencari jawaban dari pertanyaan Gw tsb.
Gw buka Google, gw tulis ("Sejarah asal muasal Bahasa Jawa Serang") kemudian KLIK!!
Dan seperti berikutlah sejarahnya;
Menurut sejarahnya, bahasa Jawa Banten
mulai dituturkan pada zaman Kesultanan
Banten pada abad ke-16.
Di zaman itu, bahasa Jawa yang diucapkan di Banten tiada bedanya dengan bahasa di Cirebon , sedikit diwarnai dialek Banyumasan.
Asal muasal kerajaan Banten memang berasal laskar gabungan Demak dan Cirebon yang berhasil merebut wilayah pesisir utara Kerajaan Pajajaran.
Namun, bahasa Jawa Banten mulai terlihat bedanya, apa lagi daerah penuturannya dikelilingi daerah penuturan bahasa Sunda dan Betawi.
Bahasa ini menjadi bahasa utama Kesultanan Banten (tingkatan bebasan) yang menempati Keraton Surosowan.
Bahasa ini juga menjadi bahasa sehari - harinya warga Banten Lor (Banten Utara).
Bahasa Jawa Banten atau bahasa Jawa dialek Banten ini dituturkan di bagian utara Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon dan daerah barat Kabupaten Tangerang.
Dialek ini dianggap sebagai dialek kuno juga banyak pengaruh bahasa Sunda dan Betawi.
Bahasa Jawa di Banten terdapat dua
tingkatan. Yaitu tingkatan bebasan (krama)
dan standar.
Dalam bahasa Jawa dialek Banten (Jawa
Serang), pengucapan huruf 'e', ada dua
versi. ada yang diucapkan 'e' saja, seperti
pada kata "teman". Dan juga ada yang
diucapkan 'a', seperti pada kata "Apa".
Daerah yang melafalkan 'a' adalah kecamatan
Keragilan , Kibin, Cikande , Kopo, Pamarayan,
dan daerah timurnya. Sedangkan daerah
yang melafalkan 'e' adalah kecamatan
Serang, Cipocok Jaya, Kasemen ,
Bojonegara , Kramatwatu , Ciruas, Anyer ,
dan seberang baratnya.
Begitulah singkat sejarahnya.
Sumber: (Wikipedia Ensiklopedia Indonesia)
Lantaran Gw Kepo, akhirnya Gw sedikit berusaha untuk tau dengan cara bertanya langsung kepada Pribumi ihwal sejarah tersebut.
Alih-alih Gw tau jelas tentang semuanya setelah bertanya, eh ternyata tidak.
Soalnya dari sekian banyaknya Pribumi Serang-Banten yang Gw tanya Mulai dari Alay, Cabe-an, Terong-an, Jablay, Pelajar, Aparat, Pejabat, Guru, Petani, Pedagang, Tukang Ojek, Tukang Jamu, Joki Becak, Marbot, Ustad, Kiai, Pengangguran, Orang Gila, Pejudi, Atlet, Artis, Aktris, Balita, Belia, Remaja, Dewasa, Lansia sampai dengan Hewan & Tumbuh-han gw tanya. Tak ada satupun yang tau asal muasal Bahasa Jawa yg Mereka gunakan sehari-hari. KECOT!!!
Karena rasa kepo Gw yg begitu besar, akhirnya terpaksa Gw menggunakan jasa Digital untuk mencari jawaban dari pertanyaan Gw tsb.
Gw buka Google, gw tulis ("Sejarah asal muasal Bahasa Jawa Serang") kemudian KLIK!!
Dan seperti berikutlah sejarahnya;
Menurut sejarahnya, bahasa Jawa Banten
mulai dituturkan pada zaman Kesultanan
Banten pada abad ke-16.
Di zaman itu, bahasa Jawa yang diucapkan di Banten tiada bedanya dengan bahasa di Cirebon , sedikit diwarnai dialek Banyumasan.
Asal muasal kerajaan Banten memang berasal laskar gabungan Demak dan Cirebon yang berhasil merebut wilayah pesisir utara Kerajaan Pajajaran.
Namun, bahasa Jawa Banten mulai terlihat bedanya, apa lagi daerah penuturannya dikelilingi daerah penuturan bahasa Sunda dan Betawi.
Bahasa ini menjadi bahasa utama Kesultanan Banten (tingkatan bebasan) yang menempati Keraton Surosowan.
Bahasa ini juga menjadi bahasa sehari - harinya warga Banten Lor (Banten Utara).
Bahasa Jawa Banten atau bahasa Jawa dialek Banten ini dituturkan di bagian utara Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon dan daerah barat Kabupaten Tangerang.
Dialek ini dianggap sebagai dialek kuno juga banyak pengaruh bahasa Sunda dan Betawi.
Bahasa Jawa di Banten terdapat dua
tingkatan. Yaitu tingkatan bebasan (krama)
dan standar.
Dalam bahasa Jawa dialek Banten (Jawa
Serang), pengucapan huruf 'e', ada dua
versi. ada yang diucapkan 'e' saja, seperti
pada kata "teman". Dan juga ada yang
diucapkan 'a', seperti pada kata "Apa".
Daerah yang melafalkan 'a' adalah kecamatan
Keragilan , Kibin, Cikande , Kopo, Pamarayan,
dan daerah timurnya. Sedangkan daerah
yang melafalkan 'e' adalah kecamatan
Serang, Cipocok Jaya, Kasemen ,
Bojonegara , Kramatwatu , Ciruas, Anyer ,
dan seberang baratnya.
Begitulah singkat sejarahnya.
Sumber: (Wikipedia Ensiklopedia Indonesia)
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih,,, sudah membaca