Postingan

I am so Lonely. Harap Maklum

Aku mungkin orang yang paling suka berkomunikasi, apalagi kalo isi percakapannya rada-rada komedi. Itu biasanya gak sedikit. Percakapannya bisa sampai Rumah Sakit Jiwa. Panjaaang. Jauh. Jadi jangan heran kalo aku suka berbasa-basi, bahkan ke orang asing sekalipun. Asal kau tahu aja, ya. *aku mau jadi tempenya. Hiyahiyahiya* setiap hari aku kirim DM basa-basi ke banyak akun IG-nya orang orang terkenal: ke si Leo Messi, ke Ridwan Kamil, ke Jokowi. Nah, ke Jokowi-mah paling sering kayaknya. Terus ke Presiden Rusia, pak Vladimir Putin. Terus ke Joe Biden, Presiden USA sekarang. Ke mantan Presiden yang sebelum-sebelumnya juga pernah, ke Obama, ke Donald Trump. Ke Donald Trump aku lebih cenderung mengkritik sih. Bukan sekedar basa-basi doang. Terus ke Presiden Erdogan pun aku prnah basa-basi, nawarin ngopi. Ngajak ngopi ke dianya. Pernah juga aku nawarin ginjal ke si Lisa Black Pink. Soalnya ku lihat, dia kaya yang gak punya ginjal gitu kalo lagi joged-joged. Lincah banget dia. *Astagfirulla...

Habis Telegram, Muncul Sosmed

Ada banyak cara orang mengekspresikan cinta, salah satunya dengan cara menulis kalimat, lalu dipost di sosmed. Yang begitu itu saya biasanya.😁 Bagi manusia zaman sekarang, sosmed ini jelas sangat membantu. Sosmed menjadi akses utama untuk seseorang yang iningin mengekspresikan, menyatakan bahkan menyampaikan perasaan kepada gebetan. Tapi sayangnya selalu ada yang ngatain alay, atau bucin. Dengan sosmed, kita bisa mengajak si gebetan berkenalan lanjut pedekate. PDKT pun bisa intens, via chat, gak perlu sering2 ketemu, apalagi kalau gebetannya orang luar kota. Meski sebenarnya pengin ketemu. Makanya gak heran zaman sekarang banyak yang nikah dgn orang luar daerah bahkan luar kota. Ya, karena sosmed salah-satunya. Beda dengan orang dulu, orang di zaman sebelum ada alat komunikasi, aksesnya minim, jangkauannya dekat. Jarang ketemu pula. Makanya orang-orang dulu banyak yg nikah dgn tetangganya. Banter, beda kecamatan. Ya, karena kalau mereka gak ke luar daerah untuk kerja, atau merantau, m...

Tentang Dia. Si Ferguso bersifat Firaun

Paduka, saya habis pikir. Kok ada, ya, orang yang kayaknya sayang banget mengeluarkan duit. Meskipun itu buat kepentingan sendiri. Meskipun buat kebutuhannya sendiri. Aneh lho. Contoh kasus, misalnya si orang itu perlu barang/alat untuk dipakai dalam jangka waktu yang lama, tapi dia nggak punya. Kalo dia nggak kikir seperti Firaun, pasti yang dia lakukan adalah membelinya dong. Atau meminjam juga. Tapi sementara, sebelum dia punya. Nah, si Cotton Buds ini, dia lebih milih minjam karena karena gak mau beli. Bukan nggak sanggup beli, lho ya.. tapi nggak mau. Di sekitar kalian, ada nggak sih orang yang kaya gitu? Atau, barangkali anda sendiri seperti itu? Kalau iya.. sadar, bangke Firaun. Anda itu merugikan orang. Bermodal dong..! Saya, curiga, kayaknya orang begitu itu nggak pernah sedekah seumur hidupnya. Kecuali sedekah tenaga, mungkin. Mungkin itu juga. Kalo dalam bentuk materi, kayaknya nggak pernah deh. Lah, gimana mau sedekah, sama diri sendiri aja pelit, dia. Teman ka...